Alasan Kucing Tiga Warna Jarang Ada


Memiliki kucing belang tiga memang menyenangkan, tampak unik dan lucu. Apalagi kalau hewan peliharaan kita lincah dan menggemaskan. Faktanya, hampir semua kucing belang tiga berkelamin betina. Sangat jarang sekali ada yang jantan.

Fakta itu memicu berbagai mitos di masyarakat. Ada yang bilang langkanya kucing belang tiga jantan karena kerap dimakan induknya. Ada juga yang mengatakan bahwa kucing belang tiga jantan tak bisa hidup lebih dari tiga bulan. 



Secara ilmiah, warna bulu (lebih tepatnya rambut) kucing hanya dua yakni warna hitam dan warna oranye. Warna putih bukanlah gen warna melainkan gen modifikasi yang tidak dipengaruhi oleh kromosom seks.
Seperti halnya kromosom pada manusia, kucing jantan memiliki jenis kromosom XY dan kucing betina memiliki kromosom XX. Genetik kucing yang menyebabkan kucing berwarna hitam atau oranye hanya terkandung pada kromosom X, tidak pada kromosom Y.
Karena kucing betina memiliki kromosom XX maka kucing betina dapat memiliki warna hitam dan warna oranye sekaligus. Tidak demikian halnya dengan kucing jantan yang hanya memiliki satu kromosom X sehingga kucing jantan hanya memiliki salah satu warna saja, warna hitam atau warna oranye. Seperti yang diutarakan di atas warna putih bukanlah warna yang dipengaruhi oleh kromosom X atau Y.

Berikut ini ilustrasi kromosom X pembawa warna hitam atau oranye pada kucing jantan maupun betina:
Gambar: wikipedia.org

Dari ilustrasi di atas terlihat bahwa pada kromosom X terkandung gen pembawa warna hitam (dengan simbol "o") dan gen pembawa warna oranye (dengan simbol "O") dan pada kromosom Y tidak terkandung gen pembawa warna. Kucing jantan hanya memiliki varian warna hitam atau oranye, sedangkan kucing betina memiliki tiga varian warna yakni hitam, oranye, dan belang hitam-oranye.
Kucing dua warna ini akan menjadi belang tiga jika terdapat gen modifikasi "white spotting". Kucing dengan dua warna atau dengan sedikit warna putih memiliki kecenderungan warna belang-belang hitam oranye yang bercampur. Namun jika warna putih semakin banyak maka warna hitam dan oranye cenderung tidak bercampur atau terpisah.

Lantas kenapa bisa ada kucing jantan berwarna belang tiga?
Penjelasannya sebagai berikut:
Kucing jantan berwarna belang tiga disebabkan oleh karena adanya kelainan pada proses meiosis (pembentukan sel kelamin) pada rahim sang induk ketika sedang hamil. Kucing jantan belang tiga yang dilahirkan dari rahim induk yang tidak normal ini memiliki kromosom tripoidXOXOY atau memiliki dua kromosom X dan satu kromosom Y. Secara fisik kucing seperti ini jantan namun organ-organ betina seperti kelenjar susu juga berkembang. Oleh karenanya semua kucing yang memiliki kromosom XXY pasti mandul atau tidak bisa memberikan keturunan. Kelainan kucing seperti ini sering disebut klinefelter syndrome.
Kucing "banci" ini sebenarnya tidak selalu belang tiga. Bisa juga kucing ini berwarna oranye jika kromosomnya XOXOY atau berwarna hitam jika kromosomnya XoXoY. 
Menurut seorang ahli, kemungkinan dilahirkannya kucing belang tiga berkelamin jantan adalah 1:10.000, artinya dalam 10.000 kelahiran kucing, hanya ada satu kemungkinan kucing yang dilahirkan memiliki warna belang tiga dan berkelamin jantan.

Mitos
Ada mitos yang mengatakan bahwa kucing jantan belang tiga selalu dimakan induknya, ayahnya atau jantan liar?

Apakah benar demikian?
Pada umumnya kucing jantan belang tiga yang memiliki kelebihan kromosom ini fisiknya tidak sekuat kucing yang normal. Secara naluri, induknya mengakhiri hidup anaknya karena merasa sayang dan mengetahui bahwa anaknya secara hormonal tidak akan hidup dengan sehat dan normal. Mengakhiri hidup anaknya yang ringkih, lemah dan tidak normal adalah salah satu cara sang induk agar anak-anak lainnya yang normal bisa mendapatkan perhatian yang lebih, terutama dalam hal menyusui.
Bagaimana halnya dengan ayahnya atau pejantan yang liar?
Kucing jantan memangsa kucing yang lemah yang baru lahir adalah sesuatu yang wajar. Tidak hanya terhadap kucing jantan belang tiga. Ini juga dilakukan terhadap semua kucing yang baru lahir, yang secara fisik masih lemah. Apalagi kucing jantan belang tiga yang baru lahir umumnya memiliki fisik lebih lemah dari kucing normal. Ini menjadi "santapan empuk" bagi pejantan ayahnya maupun pejantan liar.

Mengapa demikian?
Kucing jantan merasa jika kucing-kucing yang baru lahir ini dibiarkan hidup dan berkembang, maka jumlahnya akan semakin banyak sehingga persaingan mencari makanan (dan juga pasangan) menjadi semakin ketat di kemudian hari. Tak ada cara lain untuk memenangkan persaingan selain memangsanya ketika masih kecil (usia 1-3 minggu). Ini merupakan naluri secara alamiah dari kucing jantan. Kucing jantan juga bisa membedakan jenis kelamin dengan cara mengendus bagian vital kucing lainnya. Seperti halnya harimau atau singa, kucing jantan umumnya buang air di suatu tempat untuk menandai daerah kekuasaannya.
Jadi mitos bahwa kucing belang tiga dimakan induknya atau jantannya dapat dijelaskan secara logis dan ilmiah.
Ada juga mitos yang mengatakan bahwa kucing jantan belang tiga membawa keberuntungan.

Benarkah demikian?
Bisa jadi benar, bisa juga salah tergantung sudut pandangnya.
Benar karena hanya orang yang beruntung yang bisa memiliki kucing belang tiga. Alasannya sederhana, seperti yang diutarakan di atas bahwa kemungkinan kucing terlahir berkelamin jantan dan belang tiga hanya 1 dalam 10.000 kelahiran. Artinya, dengan kelangkaan kucing ini maka kemungkinan memiliki kucing ini juga sangat kecil. Nah jika Anda dapat memilikinya, Anda termasuk orang yang beruntung.
Namun menjadi salah jika menganggap setelah memiliki kucing belang tiga maka akan selalu beruntung. Justru sebaliknya, orang menjadi beruntung setelah tidak lagi memiliki kucing belang tiga yang telah dijual dengan harga yang mahal karena kelangkaannya.
0 Komentar untuk "Alasan Kucing Tiga Warna Jarang Ada"

Back To Top