Umbut Rotan Salah Satu Masakan khas Dayak

umbut rotan
Untuk mengenal lebih jauh kalimantan tengah khususnya kapuas, ada salah satu masakan yang kira-kira gak ada di tempat lain. Orang kapuas (kalimantan tengah ) biasa menyebut umbut rotan.
umbut  rotan yaitu rotan yang masih muda di jadikan sayuran rasanya agak pahit sedikit tapi top cer , seperti sayur pepare.  jika dijawa kira-kira seperti batang bambu yang masih muda

Untuk membuat makanan khas dayak ini, rotan terlebih dulu dibersihkan, kemudian kulitnya dibuang, dan bagian dalam yang agak lunak dipotong-potong ukuran kecil, agar memenuhi selera pengudapnya. 


Makanan khas sayur rotan ini dapat dijumpai di restoran atau rumah makan khas Kalteng, karena selain sulit untuk mendapatkan bahan baku rotan muda, sebagian warga jarang membuatnya, kecuali warga dari daerah pedalaman.
Rotan muda biasanya mudah didapati di kawasan hutan atau di tepian sungai, dan menurut dia, cara memasaknya pun cukup sulit, karena terlebih dulu harus dibersihkan dari duri-durinya. 

Sayur rotan atau masakan khas Dayak itu biasanya saat dimasak dicampur dengan terong asam, ubi keladi yang telah dipotong-potong, dan dicampur bumbu-bumbu sayuran. 
23 Komentar untuk "Umbut Rotan Salah Satu Masakan khas Dayak"

wah ini nih pak info yang bener2 baru buat saya. baru tahu kalu rotan ternyata bisa dimakan hehe.. top markotop infonya. Thanks :)

Artikel yang menarik, cuman sayang resep masakannya begitu singkat, ditunggu lengkapnya...saya suka masakan indonesia

@wahyu: tahnks komentarnya
@Masakan Khas Indonesia : sabar ya pak nanti saya tanya istri dulu resepnya apa?

kayaknya enak pak guru...mbok nanti saya dibawakan he he he

nice info...aq sudah follow blog ini .. no 1 ..please follow me back ..thanks

Kalimantan asli klo masakan yg satu ini. hehe.
Kangen masakan sana, sudah lama gak mencicipinya.
ma ksh.

hemmmm
pengen tau rasanya...
boleh minta ga'???

@ must_once; pahit-pahit enak, kelamaan mas entar lupa
@ adelia ; ok thanks entar saya balas
@ beny m : pulang dulu mas beni, agar gak kepohonan
@ cholil ; rasanya agap pahit dikit tapi enak, boleh silakan datang ke kalteng hi hi hi hi

mantap ne, jadi pengen memasaknya mas...tapi kira-kira ngak gatal ini ya mas?

Q mau-Q mau..
Om kaPuas..
Q LapEr cKg..!!
Hihihi
ͼ⎝⋗⍜⋖⎠ͽ

@ Neyna Naya: gak gatal kok mbak
@ MaPhia BlacK ; jika mau silakan saja ke kapuas kalteng tak tunggu, bentar lagi tulis kuliner lagi. rame dari pada nulis yang serius yang serius melulu

salam,
kalau saya dijawa suka rebung (bambu muda), kepingin coba nih pastinya enak.

kayak tunas pohon bambu ya rasanya ?

Hmmhh Nice Info.. jd pengen nyobain :)
sama rasanya kayak Rebung ga ya.? :)

Kalo untuk Masyarakat Melayu Sambas adalah Umbut sagu atau umbut kelapa...dan makanan Khas sana adalah Bubur Pedas .....yang mana buka lah bubur nya yg pedas, melainkan terbuat dari berbagai bahan

o ya udah follow back kamu juga

Wah kalo di kalbar Umbut kelapa :P

@Thanjawa Ari: bambu muda juga sudah gak asing di sini mas.
@ myone1way; rasanya pahit-pahit enak.
@ Najwa Khalida; memang mirip rebung tapi beda ini rasanya
@ Taman Sambas: nah itu saya belum pernah coba rasanya bubur pedas
@ ZeLika_Merry Mempawah; umbut kelapa disini juga biasa, kelapa sawit juga sering. rasanya agak manis
@ tuk semua tengkuyu

mantab pak infonya, jadi pengen nyobain..
klo di surabaya adanya dimana ya?

@ Moh. Ririn: kira kira cuma ada dikalteng saja kok mas, kalsel kurang tahu ada apa tidak?

Heee...Horas Bah.. Bukan cuma di situ pucuk rotan dimakan. Disini di daerah Tapanuli Selatan pucuk rotan dimakan juga itu. Disini namanya "pakkat" Makanan kebesaran menyambut tamu dan puasa Ramadhan. Hehe... Berarti samalah kita. Dayak dengan batak kan sama nya itu.

seperti menarik untuk dinikmati

oh ya sob.. tgl 24 Mei besuk menurut blogonol ada pestival dayak, yang diselenggarakan oleh komunitas DAD (dewan adat dayak).. tlng di liput ya.nanti ane di bagi untuk dokumentasi. sepertimya pestivalnya sangat menarik tapi sayangnya.. seni dan budaya dayak ini kurang promosi.. thnk share umbu rotannya.. slm happy blogging

@Mahmun Syarif Nasution: ya memng sama tapi beda nama
@Wisata Murah: insya allah kalau sempat mas jika gak nanti saya minta dokumentasi kawan.
memang budaya dayak kurang promosi entah karena apa. padahal dayak itu terkenal

Back To Top