English French German Spain Italian Dutch Russian Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Menumbuhkan semangat belajar

Belajar merupakan proses dari belum memahami suatu permasalahan menjadi paham suatu permasahan atau kasus. Proses belajar mengajar dengan siswa perlu suatu variasi, tidak lah monoton. oleh karena itu, diperlukan metode atau cara tepat sehingga proses belajar berlangsung menarik dan menyenangkan.




Mengawali tahun ajaran baru ini siswa biasanya lagi semangatnya dalam belajar, dari mulai mengerjakan tugas atau belajar sehari-hari. Terus biasnya pertengah semester siswa menjadi malas lagi dalam belajar, mungkin faktor kejenuhan,  faktor guru, pengaruh lingkungan, terlalu dipaksa belajar kebanyakan tugas-tugas dari sekolah dsb.

Memulai tahun ajaran baru ini merupakan momen yang tepat untuk menjaga kestabilan anak untuk kontinue dalam belajar. Guru pro aktif memberikan pengarahan pentingnya belajar, memberi motivasi pada anak pentingnya belajar, sering memberi variasi dalam belajar. yang tidak kalah pentingnya peran orang tua untuk memberi nasehat pentingnya untuk belajar.

Ruangan belajar sebaiknya tiap ganti semester perlu dirombak sesuai keinginan siswa, biarlah siswa ber kreasi sendiri terhadap ruangannya. Kreasi ruangan baiknya disesuaikan dengan jurusan, misalkan jurusan IPA maka dinding-dindingnya bagusnya diberi gambar kerangka manusia, rumus-rumus matematika dsb. Ini dimaksudkan untuk mengingat pelajaran atau sekadar siswa membaca pelajaran. Jadi siswa secara tidak langsung sudah belajar pada gambar-gambar tersebut.
Atau lebih bagus lagi gambar-gambar tersebut diganti tiap bulan, jadi ada perubahan pada suasana ruangan.

Peran Wali kelas tidak kalah pentingnya dalam menuntun dan mengarahkan siswa, bagaimanapun juga wali kelas merupakan orang tua siswa di kelas. Wali kelas paling harus tidak memahami karakter siswanya, mungkin siswa bisa curahat atau keluhanya, jadi wali kelas merupakan aktor juga dalam menumbuhkan semangat belajar. Tugas wali kelas bukan cuma menulis rapot saja. Mungkin bisa diajak rekreasi tiap 3 bulan sekali agar ada hubungan emosional antara wali kelas dan siswanya

3 komentar:

  1. Biasanya untuk menumbuhkan semangat belajar pada siswa, juga harus di lakukan pendekatan2 tertentu.. Biasanya siswa itu tidak suka mencatat. Dan teknik mengajar tanpa harus mencatat biasanya efektif.. beberapa siswa mempunyai potensi dlm mengingat pelajaran melalui gambar.. gesture dsbt

    BalasHapus
  2. Kalo lUn neh,,, sudah sama sekali kada suah belajaar lagi pa ae,, kyapa cara mngobatinya yo,, coz pandangan lun wan pendidikan neh udah terlalu jauh,, jadi kalo plajaran2 tuh kada pernah belajar lagi,, terakhir belajar tuh waktu jaman SMP, dulu dapat peringkat bagus2 tertinggi, tapi lun mersa kada happy,, jadi mulai sma sudah berubah,, sekolah semau Gue,,, sampe kuliah ini masih terbawa,, kada suah balajar sekalipun :)

    BalasHapus
  3. semua nya ber awal dari niat dan potensi si anak..akan tetapi pembimbing justru..lebih baik lg..mencerminkan.. .

    BalasHapus